Minggu, 06 November 2016

Formulasi Masalah dalam Metode Penelitian


  1. Definisi Masalah Penelitian
Masalah penelitian merupakan suatu kondisi yang menunjukkan kesenjangan antara peristiwa atu keadaan nyata dengan tolok ukur tertentu sebagai kondisi yang ideal atau seharusnya bagi persitiwa atau kondisi tertentu tersebut. Selain pengertian tersebut, masalah penelitian adalah keraguan yang timbul atas suatu peristiwa tertentu berupa kesangsian tentang tingkat kebenaran sehingga harus dicari pembuktian kebenaran tersevut. Masalah penelitian yang dapat diteliti secara ilmiah harus tampak dan dapat dirasakan oleh peneliti sebagai suatu tantangan untuk dipecahkan dengan menggunakan keahliannya.

  1. Kriteria dan Kelayakan Masalah Penelitian
Kriteria masalah penelitian adalah ukuran yang manjadi dasar dalam penilaian suatu masalah penelitian. Kriteria-kriteria masalah penelitian tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Menggambarkan hubungan antara dua atau lebih variabel.
2.  Sebaiknya dalam bentuk pertanyaan agar lebih fokus dalam mengarahkan jawaban penelitian
3.      Memerlukan pengujian secara empirik yang berarti pengujian harus disertai dengan bukti-bukti empirik yang diperoleh dari lapangan dengan mengumpulkan data yang relevan.
Masalah penelitian bukan hanya memiliki kriteria namun juga memiliki kelayakan. Masalah penelitian patut atau layak disebut sebagai masalah penelitian apabila memenuhi standard. Standard kelayakan suatu masalah penelitian yaitu masalah perlu diselesaikan melalui penelitian lapangan yang artinya penelitian tersebut dapat dilihat dari:
1.      Kebermaknaan (signifikansi)
2.      Keaslian (originalitas)
3.      Kelayakan untuk dilaksanakan (managable problem)
4.      Keberanian peneliti
5.      Minat peneliti
6.    Masalah yang dipilih harus diseleksi dari informasi, pengalaman-pengalaman, dan teori yang relevan.

  1. Perumusan dan Sumber-sumber Masalah Penelitian
Perumusan masalah dalam penelitian, di dalam merumuskan suatuasalah di dalam penelitian tentu harus memperhatikan beberapa hal. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.
1.   Masalah harus dirumuskan secara spesifik, gambaran harus lebih fokus arah pemecahannya dan perlu diawali dengan gambaran yang lebih konprehensif dan makro.
2.    Masalah harus dirumuskan secara operasional agar mudah diamati dan diukur indikator-indikatornya.
3.  Masalah harus dirumuskan dalam pernyataan deklaratif atau dalam bentuk kalimat pertanyaan.
4.  Masalah harus dirumuskan dengan kalimat yang sederhana, pendek, dan padat, dan mencerminkan inti masalah yang diajukan.
5.      Memiliki landasan rasional dan argumentasi yang jelas, sehingga dapat meyakinkan pihak-pihak lain untuk menerimanya.
Di dalam melakukan perumusan masalah, selain memperhatikan hal-hal seperti yang disebutkan di atas, juga harus bisa menemukan sumber-sumber yang menjadikan suatu masalah dalam penelitian itu ada. Sumber-suumber masalah tersebut bisa di dapat dari:
1.         Hasil Kajian Pustaka
2.         Hasil diskusi dengan sejawat dan kolega
3.         Hasil survey lapangan
4.         Pengalaman pribadi
5.         Media masa atau teknologi
Setelah menemukan sumber masalah dalam peneitian, langkah berikutnya adalah menentukan obyek penelitian. Obyek penelitian berdasarkan sifatnya terbagi menjadi 2, yaitu constant dan variable. Obyek penelitian constant berarti obyek penelitian yang bersifat tetap, sedangkan obyek penelitian variable adalah obyek penelitian yang menunjukkan adanya suatu variasi atau perbedaan diantara individu yang diteliti.
Variabel yang dimaksud adalah suatu gejala atau obyek penelitian yang memiliki perbedaan nilai atau tingkatan, seperti sikap, prestasi belajar, solidaritas sosial, dan lain-lain. Variabel dalam masalah metode penelitian terbagi menjadi beberapa macam, yaitu
1)        Catagorical Variable
Variabel yang bersifat diskrit, contohnya laki-laki atau perempuan, agama, pendidikan.
2)        Measured Variable
Variabel yang dapat diukur setelah ditetapkan indikator-indokator secara jelas, contohnya tinggi badan, berat badan, metode mengajar, efektivitias belajar, dan lain-lain.
3)        Manipulated Variable
Variabel yang menujukkan adanya perubahan karena dikendalikan atau dimanipulasi atau direkayasa oleh peneliti. Contohnya variabel penelitian akan berubah dengan jalan memanipulasi metode mengajar atau kondisi belajar.
4)        Alterable atau Changable Variable
Variabel yang memiliki dinamika yang sewaktu-waktu dapat berubah. Contohnya intelegensi, prestasi belajar, solidaritas sosial, sikap, kecemasan, agresi.
5)        Non-alterable Variable
Variabel yang memiliki dinamika konstan atau tetap atau tidak berubah-ubah. Contohnya jenis kelamin, tempat kelahiran, agama, pendidikan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar