Pengumpulan data di dalam
melakukan metode penelitian sangatlah penting dikarenakan data inilah yang akan
digunakan untuk menganalisa suatu masalah sehingga masalah yang dihadapi dapat
ditemukan solusi atau jalan keluarnya. Data adalah sesuatu keterangan yang
benar dan nyata yang nantinya akan diolah sehingga menghasilkan suatu informasi
yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan. Data terbagi menjadi dua,
yaitu data primer dan data sekunder.
Data primer adalah data
yang diperoleh dari diri sendiri, contohnya adalah data yang diperoleh dari wawancara,
test, observasi, kuesioner, pengukuran fisik, percobaan laboratorium danlain
sebagainya. Sedangkan data sekuder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua
atau suatu lembaga, contohnya adalah data dari Biro Pusat Statistik (BPS), data
dari rumah sakit, data dari sekolah dasar, dan lain sabagainya.
Pengumpulan data yang
dilakukan tidak serta merta asal ada data dan terkumpul karena data yang
dikumpulkan belum tentu mengena dengan penelitian yang dilakukan. Pengumpulan
data memiliki beberapa metode dimana metode-metode memiliki tujuan yang
berbeda-beda, sehingga dengan metode ini akan membantu dalam menentukan data
yang diperlukan. Metode-metode tersebut adalah
1.
Metode
Tes
Metode tes
adalah metode yang digunakan dalam penelitian psikologis yang mana metode ini
digunakan untuk mendapatkan informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku
dan kehidupan batin seseorang. Metode ini menggunakan pengukuran yang
menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang diteliti.
Keunggulan dari
metode ini ialah lebih akurat karena tes yag dilakukan secara berulang-ulang
direvisi dan instrument penelitian yang objektif. Kelemahan metode ini ialah
hanya mengukur satu aspek data, yang memerlukan jangka waktu panjang karena
harus dilakukan secara berulang-ulang dan hanya mengukur keadaan orang pada
saat tes itu dilakukan. Jenis-jenis tes yang dala metode ini adalah tes
intelegensi, tes bakat, tes minat, tes kepribadian, tes perkembangan
vokasional, dan test hasil belajar.
2.
Metode
Non-Test
Metode non-tes
adalah metode yang dilakukan dengan tidak menempuh jalur tes seperti pada
metode tes. Metode ini lebih dititikberatkan kepada penelitian di lapangan.
Jenis-jenis metode ini adalah
a.
Observasi
Observasi diartikan sebagai suatu
pengamatan yang melibatkan semua indera yang dilakukan secara sistematik
terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Observasi merupakan metode
yang cukup mudah dilakukan dalam pengumpulan data karena pencatatan hasil dapat
dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik atau alat bantu lainnya sesuai
dengan lokasi observasi. Observasi lebih banyak digunakan pada statistika
survei, misalnya peneltian yang dilakukan untuk akan meneliti kelakuan
orang-orang suku tertentu.
b.
Wawancara
Wawancara merupakan
salah satu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan lisan secara langsung
dengan narasumber, baik melalui tatap muka atau lewat telepon ataupun teleconference. Dalam proses wawancara seorang
peneliti mengajukan beberapa pertanyaan, baik dengan meminta penjelasan atau
jawaban dari pertanyaan yang diberikan. Jawaban dari narasumber kemudian
direkam atau ditulis dan kemudian dirangkum sendiri oleh peneliti.
Metode wawancara
yang dilakukan berdasarkan caranya dibedakan menjadi dua, yaitu wawancara
secaralangsung dan wawancara secara tidak langsung. Sedangkan metode wawancara
berdasarkan jenis dan bentuknya dibedakan menjadi dua pula, yaitu wawancara
terstruktur dan tidak terstruktur.
Wawancara
terstruktur meiliki ciri-ciri yaitu pertanyaan
sudah disiapkan dalam bentuk pedoman wawancara, data atau informasi yang dibutuhkan
sudah dirancang, jawaban singkat dan padat,
serta tidak dirancang untuk wawancara mendalam. Sedangkan Wawancara tidak
tertruktur merupakan langkah persiapan wawancara terstruktur, yaitu pertanyaan
yang diajukan merupakan upaya menggali isu awal, sifat pertanyaan spontan, banyak
peluang untuk melakukan wawancara secara mendalam.
c.
Dokumen
Metode dokumen adalah metode yang
dilakukan dengan melakukan pengambilan data melalui dokumen tertulis maupun
elektronik dari lembaga atau institusi. Dokumen diperlukan adalah dokument yang
mendukung kelengkapan data yang lain.
d.
Kuesioner
Kuesioner adalah
daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden. Kuesioner merupakan
salah satu teknik dalam mengumpulkan data secara tidak langsung (peneliti tidak
langsung bertanya jawab dengan responden). Jawaban dari responden atas semua
pertanyaan dala kuesioner kemudia dicatat atau direkam dan dibuat suatu
rangkuman.
Keuntungan
penggunaan kuesioner sebagai metode pengumpulan data ialah pertanyaan yang akan
diajukan pada responden dapat distandarkan, responden dapat menjawab kuesioner sesuai
dengan waktu luangnya, pertanyaan yang diajukan dapat dipikirkan terlebih
dahulu sehingga jawabannya dapat dipercaya dibandingkan dengan jawaban secara
lisan, serta pertanyaan yang diajukan akan lebih tepat dan seragam.
Langkah-langkah
dalam menyusun kuesioner adalah mengkaji teori tentang variabel penelitian,
menganalisis dimensi, indikator, dan konstruk pada variabel penelitian, menyusun
kisi-kisi instrumen, dan menulis butir pertanyaan atau pernyataan.
Kuesioner
berdasarkan cara pengisiannya dibedakan mejandi dua, yaitu kuesioner yang
dibaca dan ditulis sendiri dan kuesioner yang dibacakan dan ditulis oleh orang
lain. Sedangkan berdasarkan bentuknya, kuesioner dibagi juga dibagi menjadi
dua, yatu kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup.
Kuesioner
terbuka adalah kuesioner yang mana jawaban dari responden bersifat terbuka,
artinya memeberika kebebasan kepada responden dalam mengisi kuesioner, contoh
pertanyaan “warna apa yang anda kehendaki dalam produk botol minuman?”.
Sedangkan kuesioner tertutup adalah kuesioner yang bersifat tertutup yang
berarti tersebut membatasi responden dalam menjawab yang artinya responden
hanya memilih jawaban yang tertera dalam pertanyaan kuesioner. Kuesioner
tertutup memiliki beberapa skala yang digunakan. Skala-skala tersebut adalah
1. Skala
Likert
Skala Likert untuk mengukur sikap yang mengindikasikan responden pada
posisi setuju atau tidak setuju terhadap pernyataan yang tertulis di dalam
angket.
2. Skala Gutman
Skala Guttman memberikan respon tegas, yang hanya terdiri dari dua
alternatif jawaban
3. Skala
Semantic Deferential
Skala Semantic differential
digunakan untuk mengukur sikap yang menggunakan jawaban berupa kata-kata yang
memiliki pengertian berlawanan positif dan negatif.
4. Skala
rating
Skala rating meneliti data yang bersifat kualitatif yang kemudian meminta
responden untuk mentranformasikan data menjadi
data kuantitatif dengan cara memberi skor.
e.
Teknik
Sampling
Teknik Sampel
atau contoh merupakan sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan
teknik tertentu yang disebut dengan teknik sampling. Teknik ini berguna agar mereduksi
para anggota populasi menjadi anggotas sampel yang mewakili populasinya
(representatif), yang sehingga kesimpulan dapat dipertanggungjawabkan..
Teknik
pengambilan sampel dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Sampling
random (probability sampling), yaitu
pengambilan sampel yang dilakukan secara acak (random) yang dilakukan dengan cara undian, ordinal ataupun tabel
bilangan random atau dengan komputer.
2. Sampling
non random (non probability sampling),
yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara tidak acak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar