Minggu, 09 Oktober 2016

Metode Penelitian dan Falsafah Ilmu Pengetahuan

A.  Metode Penelitian
1.         Pengertian
Metode adalah cara kerja yang mempunyai sistem dalam memudahkan pelaksanaan dari suatu kegiatan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu. Sedangkan penelitian adalah rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu masalah. Jadi, metode penelitian adalah cara kerja serangkaian kegiatan ilmiah dalam mencapai suatu tujuan yaitu memecahkan suatu masalah.
Pengertian lain Metode Penelitian menurut beberapa para ahli adalah sebagai berikut
Ø Sugiyono. Metode Penelitian adalah cara ilimiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Ø Muhiddin Sirat. Metode penelitian ialah suatu cara memilih masalah & penentuan judul penelitian.
Ø Winarno. Metode penelitian ialah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan teknik yg teliti & sistematik.
Ø Nasir Metode penelitian ialah cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan & menentukan jawaban atas masalah yang diajukan.

2.         Jenis-jenis
Jenis-jenis metode penelitian berdasarkan jenis penelitiannya sendiri, adalah sebagai berikut.
a)     Metode Historis
Penelitian dengan metode historis merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara teliti dan hati-hati terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta interprestasi dari sumber-sumber keterangan tersebut. Metode historis memiliki tujuan untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi dan mensintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang dapat dipertahankan, seringkali dalam hubungan hipotesis tertentu.
b)     Metode Deskriptif
Metode penelitian deskriptif adalah metode yang mencari teori, bukan menguji teori. Metode ini menitikberatkan pada observasi dan suasana alamiah. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu, dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat.
Metode penelitian deskriptif memiliki tujuan untuk mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada, mengindentifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku. Selain itu, metode deskriptif memiliki tujuan untuk membuat perbandingan atau evaluasi dan menetukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan datang.
c)     Metode Korelasional
Metode korelasional merupakan kelanjutan metode deskriptif. Pada metode deskriptif, data dihimpun, disusun secara sistematis, faktual dan cermat, namun tidak dijelaskan hubungan diantara variabel, tidak melakukan uji hipotesis atau prediksi. Pada metode korelasional, hubungan antara variabel dteliti dan dijelaskan. Hubungan yang dicari ini disebut sebagai korelasi. Jadi, metode korelasional mencari hubungan di antara variabel-variabel yang diteliti.
Metode korelasi bertujuan untuk meneliti sejauh mana variabel pada satu vektor yang berkaitan dengan variasi pada faktor lainnya. Jika pada metode ini, hanya dua variabel yang dihubungkan, maka disebut korelasi sederhana dan jika lebih dari dua variabel dihubungkan disebut korelasi berganda. Pada metode ini, pencarian hubungan (korelasi) antara dua variabel menggunakan koefisiesn korelasi atau koefisien determinasi.
d)     Metode Eksperimental
Metode eksperimental merupakan metode penelitian yang memungkinkan peneliti memanipulasi variabel dan meneliti akibat-akibatnya. Pada metode ini variabel-variabel dikontrol sedemikian rupa, sehingga variabel luar yang mungkin mempengaruhi dapat dihilangkan.
Metode eksperimental bertujuan untuk mencari hubungan sebab akibat dengan memanipulasikan satu atau lebih variabel, pada satu atau lebih kelompok eksperimental dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol yang tidak mengalami manipulasi. Manipulasi adalah mengubah secara sistematis sifat-sifat atau nilai-nilai variabel bebas
e)     Metode Kuasi Eksperimental
Metode kuasai eksperimental hampir menyerupai metode ekperimental, hanya pada metode ini, peneliti tidak dapat mengatur sekehendak hati variabel bebasnya. Metode kuasi eksperimental mempunyai dua ciri, yaitu peneliti tidak mampu meletakkan subjek secara random pada kelompok eksperimental atau kelompok kontrol dan peneliti tidak dapat mengenakan variabel bebas kapan dan kepada siapa saja yang dikendakinya


B. Falsafah Ilmu Pengetahuan
Falsafah atau bisa disebut dengan filsafat adalah anggapan, gagasan, dan sikap batin yang paling dasar yang dimilikioleh seseorang atau masyarakat (KBBI). Ilmu Pengetahuan adalah gabungan dari berbagai pengetahuan yang disusun secara logis dan bersistem dengan memperhitungkan sebab dan akibat (KBBI). Jadi falsafah ilmu pengetahuan adalah gagasan atau anggapan seseorang atau masyarakat tentang sesuatu yang berhubungan dengan pengetahuan yang tersusun secara logis dan sistematis.
Falsafah Ilmu pengetahuan, menurut para ahli adalah sebagai berikut
1.  A.H Nasution. Filsafat ilmu pengetahuan adalah suatu usaha akal manusia yang beraturan dan taat asa menuju keterangan tentang pengetahuan yang benar.
2. Martini Djamaris. Filsafat ilmu pengetahuan mengadakan penataan dan pengetahuan dasar yang menjelaskan terjadinya pengetahuan.
3.  Suparlan Suhartono. Filsafat ilmu pengetahuan mempelajari segala macam jenis, sifat, dan bentuk ilmu pengetahuan berdasarkan segi atau sisi yang paling hakiki. Filsafat ilmu pengetahuan lebih menekankan pada aspek pragmatis teknologi bagi kelestarian hidup dan pemanfaatan ilmu pengetahuan (filsafat praktis).

Filsafat ilmu pengetahuan saat ini telah menjadi salah satu disiplin ilmu akan tetapi masih ada kesulitan dalam memahami apa itu filsafat ilmu pengetahuan. Berikut ini merupakan empat pandangan yang diberikan oleh Conny R. Semiawan mengenai filsafat ilmu.
1.    Pandangan pertama, Filsafat ilmu pengetahuan adalah perumusan world view yang konsisten dengan beberapa pengertian yang didasarkan pada teori-teori ilmiah penting.
2.    Pandangan kedua, Filsafat ilmu pengetahuan adalah suatu eksposisi dari dugaan dan kecenderungan para ilmuwan.
3.    Pandangan ketiga, filsafat ilmu pengetahuan adalah disiplin yang didalamnya memuat konsep-konsep dan teori-teori tentang ilmu yang dianalisis dan dikelompokkan.
4.    Pandangan keempat, filsafat ilmu pengetahuan merupakan suatu patokan tingkat kedua
Ilmu pengetahuan dengan filsafat ilmu pengetahuan adalah berbeda. Perbedaan antara ilmu pengetahuan dengan filsafat ilmu pengetahuan adalah poko persoalan yang menjadi kajian masing-masing. Ilmu pengetahuan lebih mengkaji tentang penjelasan dari fakta-fakta yang ada, sedangkan ilmu pengetahuan lebih mengkaji kepada analisis prosedur dan logika dalam penjelasan ilmiah. (Conny)
Perkembangan filsafat ilmu pengetahuan bermula dari periode klasik hingga saat ini. Pada abad pertengahan, filsafat ilmu pengetahuan lebih membahas tentang persoalan teologis. Filsafat ilmu pengetahuan lahir sebagai ilmu tersendiri sabahai akibat profesionalisasi dan spesialisasi ilmu-ilmu alam. (Jerome R. Raverts, 2004)
Filsafat ilmu pengetahuan berusaha menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penelitian ilmiah. Proses penelitian ilmiah tersebut adalah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola argumen, perhitungan, meotde penyajian, perandaian metafisik, dan lain sebagainya.


Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar