A. Metode Penelitian
1.
Pengertian
Metode adalah cara kerja
yang mempunyai sistem dalam memudahkan pelaksanaan dari suatu kegiatan untuk
mencapai sebuah tujuan tertentu. Sedangkan penelitian adalah rangkaian kegiatan
ilmiah dalam rangka pemecahan suatu masalah. Jadi, metode penelitian adalah
cara kerja serangkaian kegiatan ilmiah dalam mencapai suatu tujuan yaitu
memecahkan suatu masalah.
Pengertian lain Metode
Penelitian menurut beberapa para ahli adalah sebagai berikut
Ø
Sugiyono. Metode Penelitian adalah cara
ilimiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Ø
Muhiddin Sirat. Metode penelitian ialah
suatu cara memilih masalah & penentuan judul penelitian.
Ø
Winarno. Metode penelitian ialah suatu kegiatan ilmiah
yang dilakukan dengan teknik yg teliti & sistematik.
Ø
Nasir Metode penelitian ialah cara utama yang
digunakan peneliti untuk mencapai tujuan & menentukan jawaban atas masalah
yang diajukan.
2.
Jenis-jenis
Jenis-jenis metode
penelitian berdasarkan jenis penelitiannya sendiri, adalah sebagai berikut.
a)
Metode Historis
Penelitian dengan metode historis merupakan penelitian
yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa
lampau dan menimbang secara teliti dan hati-hati terhadap validitas dari
sumber-sumber sejarah serta interprestasi dari sumber-sumber keterangan
tersebut. Metode historis memiliki tujuan untuk merekonstruksi masa lalu secara
sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi dan
mensintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang dapat
dipertahankan, seringkali dalam hubungan hipotesis tertentu.
b)
Metode Deskriptif
Metode penelitian deskriptif adalah metode yang mencari
teori, bukan menguji teori. Metode ini menitikberatkan pada observasi dan
suasana alamiah. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk melukiskan secara
sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu,
dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat.
Metode penelitian deskriptif memiliki tujuan untuk
mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada,
mengindentifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang
berlaku. Selain itu, metode deskriptif memiliki tujuan untuk membuat
perbandingan atau evaluasi dan menetukan apa yang dilakukan orang lain dalam
menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk
menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan datang.
c)
Metode Korelasional
Metode korelasional merupakan kelanjutan metode
deskriptif. Pada metode deskriptif, data dihimpun, disusun secara sistematis,
faktual dan cermat, namun tidak dijelaskan hubungan diantara variabel, tidak
melakukan uji hipotesis atau prediksi. Pada metode korelasional, hubungan
antara variabel dteliti dan dijelaskan. Hubungan yang dicari ini disebut sebagai
korelasi. Jadi, metode korelasional mencari hubungan di antara
variabel-variabel yang diteliti.
Metode korelasi bertujuan untuk meneliti sejauh mana variabel pada satu
vektor yang berkaitan dengan variasi pada faktor lainnya. Jika pada metode ini,
hanya dua variabel yang dihubungkan, maka disebut korelasi sederhana dan jika
lebih dari dua variabel dihubungkan disebut korelasi berganda. Pada metode ini,
pencarian hubungan (korelasi) antara dua variabel menggunakan koefisiesn
korelasi atau koefisien determinasi.
d)
Metode Eksperimental
Metode eksperimental merupakan metode penelitian yang memungkinkan peneliti
memanipulasi variabel dan meneliti akibat-akibatnya. Pada metode ini
variabel-variabel dikontrol sedemikian rupa, sehingga variabel luar yang
mungkin mempengaruhi dapat dihilangkan.
Metode eksperimental bertujuan untuk mencari hubungan sebab akibat dengan
memanipulasikan satu atau lebih variabel, pada satu atau lebih kelompok
eksperimental dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol yang tidak
mengalami manipulasi. Manipulasi adalah mengubah secara sistematis sifat-sifat
atau nilai-nilai variabel bebas
e) Metode Kuasi Eksperimental
Metode kuasai eksperimental hampir menyerupai metode ekperimental, hanya
pada metode ini, peneliti tidak dapat mengatur sekehendak hati variabel
bebasnya. Metode kuasi eksperimental mempunyai dua ciri, yaitu peneliti tidak
mampu meletakkan subjek secara random pada kelompok eksperimental atau kelompok
kontrol dan peneliti tidak dapat mengenakan variabel bebas kapan dan kepada siapa
saja yang dikendakinya
B. Falsafah Ilmu Pengetahuan
Falsafah atau bisa disebut dengan filsafat adalah
anggapan, gagasan, dan sikap batin yang paling dasar yang dimilikioleh
seseorang atau masyarakat (KBBI). Ilmu Pengetahuan adalah gabungan dari berbagai pengetahuan yang disusun secara
logis dan bersistem dengan memperhitungkan sebab dan akibat (KBBI). Jadi
falsafah ilmu pengetahuan adalah gagasan atau anggapan seseorang atau
masyarakat tentang sesuatu yang berhubungan dengan pengetahuan yang tersusun secara
logis dan sistematis.
Falsafah Ilmu pengetahuan, menurut para ahli adalah
sebagai berikut
1. A.H Nasution. Filsafat ilmu pengetahuan adalah suatu usaha akal
manusia yang beraturan dan taat asa menuju keterangan tentang pengetahuan yang
benar.
2. Martini Djamaris. Filsafat ilmu pengetahuan mengadakan penataan dan pengetahuan dasar yang
menjelaskan terjadinya pengetahuan.
3.
Suparlan Suhartono. Filsafat ilmu pengetahuan mempelajari segala macam jenis, sifat, dan bentuk
ilmu pengetahuan berdasarkan segi atau sisi yang paling hakiki. Filsafat ilmu
pengetahuan lebih menekankan pada aspek pragmatis teknologi bagi kelestarian
hidup dan pemanfaatan ilmu pengetahuan (filsafat praktis).
Filsafat ilmu pengetahuan saat ini telah menjadi salah
satu disiplin ilmu akan tetapi masih ada kesulitan dalam memahami apa itu
filsafat ilmu pengetahuan. Berikut ini merupakan empat pandangan yang diberikan
oleh Conny R. Semiawan mengenai filsafat ilmu.
1.
Pandangan pertama,
Filsafat ilmu pengetahuan adalah perumusan world
view yang konsisten dengan beberapa pengertian yang didasarkan pada
teori-teori ilmiah penting.
2.
Pandangan kedua,
Filsafat ilmu pengetahuan adalah suatu eksposisi dari dugaan dan kecenderungan
para ilmuwan.
3.
Pandangan ketiga,
filsafat ilmu pengetahuan adalah disiplin yang didalamnya memuat konsep-konsep
dan teori-teori tentang ilmu yang dianalisis dan dikelompokkan.
4.
Pandangan keempat,
filsafat ilmu pengetahuan merupakan suatu patokan tingkat kedua
Ilmu pengetahuan dengan filsafat ilmu pengetahuan
adalah berbeda. Perbedaan antara ilmu pengetahuan dengan filsafat ilmu
pengetahuan adalah poko persoalan yang menjadi kajian masing-masing. Ilmu
pengetahuan lebih mengkaji tentang penjelasan dari fakta-fakta yang ada,
sedangkan ilmu pengetahuan lebih mengkaji kepada analisis prosedur dan logika
dalam penjelasan ilmiah. (Conny)
Perkembangan filsafat ilmu pengetahuan bermula dari
periode klasik hingga saat ini. Pada abad pertengahan, filsafat ilmu
pengetahuan lebih membahas tentang persoalan teologis. Filsafat ilmu
pengetahuan lahir sebagai ilmu tersendiri sabahai akibat profesionalisasi dan
spesialisasi ilmu-ilmu alam. (Jerome R. Raverts, 2004)
Filsafat ilmu pengetahuan berusaha menjelaskan
unsur-unsur yang terlibat dalam proses penelitian ilmiah. Proses penelitian
ilmiah tersebut adalah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola argumen,
perhitungan, meotde penyajian, perandaian metafisik, dan lain sebagainya.
Sumber:
http://www.seputarpengetahuan.com/2015/02/15-pengertian-metode-dan-metodologi-menurut-para-ahli.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar