A.
Pengertian
Lingkungan
adalah suatu sistem kompleks yang ada di sekitar manusia baik hidup maupun
benda tak hidup yang mempengaruhi (timbal balik) perkembangan kehidupan manusia
baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengetahuan lingkungan memiliki
sebuah dasar yaitu Ekologi. Ekologi sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos dan Logos. Oikos memiliki arti lingkungan tempat tinggal dan Logos memiliki arti pengetahuan atau
ilmu yang dipelajari. Bisa diartikan bahwa ekologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang lingkungan tempat tinggal atau
ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara makhluk hidup dengan
lingkungannya.
B.
Azas-Azas Pengetahuan Lingkungan
Azas-azas
pengetahuan lingkungan terbagi menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama adalah azas
mengenai Sumber Daya Alam yang terdiri dari azas 1 sampai azas 5. Kelompok
kedua adalah azas mengenai Keanekaragaman terdiri atas azas 6,7, dan 8.
Kelompok ketiga adalah azas mengenai stabilitas
ekositem yang terdiri atas azas 9 sampai azas ke 12. Dan kelompok terakhir atau
keempat adalah azas mengenai populasi yang terdiri dari azas 13 dan 14. Berikut
ini adalah rincian keempat belas azas-azas pengetahuan lingkungan tersebut
1. Energi
dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, tetapi tidak bisa hilang,
dihancurkan, atau diciptakan.
Contoh:
Energi dari makanan diubah manusia menjadi sumber energi untuk melakukan
aktivitas
2.
Tidak
ada sistem perubahan energi yang betul-betul efisien.
Contoh
: Bahan Bakar Minyak, sebesar 20% dari energi potensial digunakan untuk
menggerakkan mobil (energi mekanik) dan 80% lainnya dilepas ke lingkungan dalam
bentuk panas.
3. Materi,
energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman, semuanya termasuk sumber alam.
Contoh
: Produktivitas hutan tropis alam di Semenanjung Malaya lebih tinggi dari
produktivitas hutan iklim sedang di Inggris. Hutan Tropis di Malaya tumbuh
sepanjang tahun tanpa waktu istirahat, hutan iklim sedang di Inggris hanya
tumbuh pada saat musim semi dan musim panas
4. Azas
penjenuhan, kemampuan lingkungan atau habitat menyokong ada batasnya.
Contoh:
Populasi yang bertambah membuat kepadatan.
5. Ada
dua jenis sumber alam, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang
penggunaan seterusnya, dan yang tidak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih
lanjut.
Contoh
: pengadaan energi akan merangsang penggunaan dan pengadaan makanan tidak
merangsang penggunaan (terbatas).
6. Individu
dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya,
cenderung berhasil mengalahkan saingannya itu.
Contoh:
Domba Australia dibawa ke Amerika mengakibatkan sapi asli kalan bersaing
makanan.
7. Kemantapan
keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang “mudah
diramal”.
Contoh
: daerah yang kondisi alamnya stabil cenderung memiliki keanekaragaman yang
tinggi dibandingkan dengan daerah yang kondisi alamnya tidak stabil.
8. Sebuah
habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung pada
bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut.
Nicia
: lingkungan hidup yang khas. Setiap spesies memiliki nicia tertentu sehingga
spesies mempunyai fungsi berbeda di alam, atau dapat hidup berdampingan dengan
yang lain.
9. Keanekaragaman
komunitas apa saja sebanding dengan biomassa dibagi produktivitasnya.
Biomassa
: bobot total populasi (jumlah individu x bobot rata-rata individu)
Efisiensi
penggunaan aliran energi dalam sistem biologi akan meningkat seiring dengan
meningkatnya kompleksitas organisasi sistem biologi itu.
10. Pada lingkungan yang stabil perbandingan
antara biomassa dengan produktivitas (B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai
sebuah asimtot.
Biomassa
/ produktivitas akan meningkat dalam lingkungan yang stabil. Jika lingkungan
fisik stabil, maka populasi akan mampu bertahan dan hidup lebih lama. Jika
biomssa populasi lebih besar maka membutuhkan energi yang besar sehingga
membutuhkan efisiensi agar dapat digunakan dalam waktu yang lama.
11. Sistem yang sudah mantap (dewasa)
mengeksploitasi sistem yang belum mantap (belum dewasa).
Contoh:
perpindahan orang dari desa ke kota, serangga dari hutan rawa menyerang tanaman
pertanian di lahan transmigran.
12. Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau
tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan.
Reaksi
terhadap perubahan lingkungan, apabila terjadi perubahan yang sangat drastis,
ekosistem yang sudah mantap lebih terancam, karena genetika populasi sudah kaku
terhadap perubahan.
Contoh:
ikan betok yang mampu bertahan pada kondisi miskin air dan oksigen, adaptasi
yang digunakan ikan ini adalah adaptasi morfologi dan fisiologi tubuhnya
sehingga cocok pada kondisi tersebut.
13. Lingkungan yang secara fisik mantap
memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang
mantap, yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi yang lebih jauh
lagi.
Contoh:
Kondisi iklim di daerah tropis menyebabkan keanekaragaman yang tinggi
(lingkungan yang stabil)
14. Derajat pola keteraturan naik-turunnya
populasi bergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya
yang nanti akan mempengaruhi populasi itu.
Perubahan-perubahan
yang terjadi dalam komunitas atau populasi dapat diamati dan seringkali
perubahan itu berupa pergantian komunitas lain.
Contoh:
Sebuah kebun jagung yang ditinggalkan setelah panen dan tidak ditanami lagi
akan menyebabkan munculnya berbagai jenis gulma (membentuk komunitas)
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar