Selasa, 13 Juni 2017

Azas-azas Pengetahuan Lingkungan

A.       Pengertian
Lingkungan adalah suatu sistem kompleks yang ada di sekitar manusia baik hidup maupun benda tak hidup yang mempengaruhi (timbal balik) perkembangan kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengetahuan lingkungan memiliki sebuah dasar yaitu Ekologi. Ekologi sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos dan Logos. Oikos memiliki arti lingkungan tempat tinggal dan Logos memiliki arti pengetahuan atau ilmu yang dipelajari. Bisa diartikan bahwa ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang lingkungan tempat tinggal atau  ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

B.        Azas-Azas Pengetahuan Lingkungan
Azas-azas pengetahuan lingkungan terbagi menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama adalah azas mengenai Sumber Daya Alam yang terdiri dari azas 1 sampai azas 5. Kelompok kedua adalah azas mengenai Keanekaragaman terdiri atas azas 6,7, dan 8. Kelompok ketiga  adalah azas mengenai stabilitas ekositem yang terdiri atas azas 9 sampai azas ke 12. Dan kelompok terakhir atau keempat adalah azas mengenai populasi yang terdiri dari azas 13 dan 14. Berikut ini adalah rincian keempat belas azas-azas pengetahuan lingkungan tersebut
1.  Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, tetapi tidak bisa hilang, dihancurkan, atau diciptakan.
Contoh: Energi dari makanan diubah manusia menjadi sumber energi untuk melakukan aktivitas
2.         Tidak ada sistem perubahan energi yang betul-betul efisien.
Contoh : Bahan Bakar Minyak, sebesar 20% dari energi potensial digunakan untuk menggerakkan mobil (energi mekanik) dan 80% lainnya dilepas ke lingkungan dalam bentuk panas.
3.      Materi, energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman, semuanya termasuk sumber alam.
Contoh : Produktivitas hutan tropis alam di Semenanjung Malaya lebih tinggi dari produktivitas hutan iklim sedang di Inggris. Hutan Tropis di Malaya tumbuh sepanjang tahun tanpa waktu istirahat, hutan iklim sedang di Inggris hanya tumbuh pada saat musim semi dan musim panas
4.      Azas penjenuhan, kemampuan lingkungan atau habitat menyokong ada batasnya.
Contoh: Populasi yang bertambah membuat kepadatan.
5.  Ada dua jenis sumber alam, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tidak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut.
Contoh : pengadaan energi akan merangsang penggunaan dan pengadaan makanan tidak merangsang penggunaan (terbatas).
6.  Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya, cenderung berhasil mengalahkan saingannya itu.
Contoh: Domba Australia dibawa ke Amerika mengakibatkan sapi asli kalan bersaing makanan.
7.    Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang “mudah diramal”.
Contoh : daerah yang kondisi alamnya stabil cenderung memiliki keanekaragaman yang tinggi dibandingkan dengan daerah yang kondisi alamnya tidak stabil.
8.  Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung pada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut.
Nicia : lingkungan hidup yang khas. Setiap spesies memiliki nicia tertentu sehingga spesies mempunyai fungsi berbeda di alam, atau dapat hidup berdampingan dengan yang lain.
9.     Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomassa dibagi produktivitasnya.
Biomassa : bobot total populasi (jumlah individu x bobot rata-rata individu)
Efisiensi penggunaan aliran energi dalam sistem biologi akan meningkat seiring dengan meningkatnya kompleksitas organisasi sistem biologi itu.
10.  Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomassa dengan produktivitas (B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot.
Biomassa / produktivitas akan meningkat dalam lingkungan yang stabil. Jika lingkungan fisik stabil, maka populasi akan mampu bertahan dan hidup lebih lama. Jika biomssa populasi lebih besar maka membutuhkan energi yang besar sehingga membutuhkan efisiensi agar dapat digunakan dalam waktu yang lama.
11.   Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengeksploitasi sistem yang belum mantap (belum dewasa).
Contoh: perpindahan orang dari desa ke kota, serangga dari hutan rawa menyerang tanaman pertanian di lahan transmigran.
12.     Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan.
Reaksi terhadap perubahan lingkungan, apabila terjadi perubahan yang sangat drastis, ekosistem yang sudah mantap lebih terancam, karena genetika populasi sudah kaku terhadap perubahan.
Contoh: ikan betok yang mampu bertahan pada kondisi miskin air dan oksigen, adaptasi yang digunakan ikan ini adalah adaptasi morfologi dan fisiologi tubuhnya sehingga cocok pada kondisi tersebut.
13. Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap, yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi yang lebih jauh lagi.
Contoh: Kondisi iklim di daerah tropis menyebabkan keanekaragaman yang tinggi (lingkungan yang stabil)
14. Derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi bergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu.
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam komunitas atau populasi dapat diamati dan seringkali perubahan itu berupa pergantian komunitas lain.
Contoh: Sebuah kebun jagung yang ditinggalkan setelah panen dan tidak ditanami lagi akan menyebabkan munculnya berbagai jenis gulma (membentuk komunitas)

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar